Al hijrah mosque
Masjid Al Hijrah Tempe, Sydney

Saat ini, masyarakat muslim di Indonesia berlomba-berlomba untuk mempercantik atau merenovasi masjid-masjid mereka. Usaha ini adalah usaha yang baik. Hanya saja, pembangunan fisik yang tidak diiringi kesadaran pentingnya memakmurkan masjid  menjadikan masjid-masjid megah nan indah tersebut kosong dari sholat berjamaah lima waktu.

Secara acak, saya dapati masjid-masjid tersebut hanya ramai penuh orang saat sholat Jumat. Sedangkan sholat lima, hanya satu atau dua baris/shaf yang terisi dari belasan atau bahkan puluhan baris yang tersedia. Apa gerangan yang menjadi kita, kaum muslimin enggan untuk melaksanakan sholat berjaamaah di masjid. Semoga tulisan singkat berikut ini membuka sedikit wawasan kita tentang sholat berjamaah di dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam.

Ayat Qur’an

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.(QS Al Baqoroh 2:43)
Ayat ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ adalah perintah untuk melaksanakan sholat berjamaah.
وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata.” (QS. An-Nisa: 102)

Ayat an Nisa 102 menujukkan bagaimana sholat berjamaah tetap dilaksanakan walaupun kondisi berperang. Bagaimana lagi jika kondisinya aman seperti kita sekarang, tentunya lebih kuat lagi perintah untuk melaksanakannya.

Hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ ‏.‏ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ ‏”‏ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَأَجِبْ ‏”‏

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).(HR. Muslim 653)

Marilah kita berfikir sejenak. Orang buta saja diminta Nabi untuk tetap datang ke masjid untuk sholat berjamaah, selama orang tersebut dapat mendengarkan seruan adzan. Bagaimana dengan kita, saudaraku fillah. Alhamdulillah kita tidak buta, kita sehat. Tapi apa gerangan yang menghalangi kita untuk sholat berjamaah di masjid. Coba lah berifikir, apa kira-kira yang akan Beliau katakan dan lakukan seandainya Beliau masih hidup dan mengetahui kita yang sehat wal afiat ini enggan untuk datang sholat berjamaah ke masjid?

Mari kita perhatikan sabda Nabi shallallhu ‘alaihi wassalam berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ الْمُؤَذِّنَ فَيُقِيمَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً يَؤُمُّ النَّاسَ، ثُمَّ آخُذَ شُعَلاً مِنْ نَارٍ فَأُحَرِّقَ عَلَى مَنْ لاَ يَخْرُجُ إِلَى الصَّلاَةِ بَعْدُ ‏”‏‏

 

Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang Munafik kecuali shalat shubuh dan ‘Isya. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya tentulah mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak. Sungguh, aku berkeinginan untuk memerintahkan seorang mu’adzin sehingga shalat ditegakkan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat, lalu aku menyalakan api dan membakar (rumah-rumah) orang yang tidak keluar untuk shalat berjama’ah (tanpa alasan yang benar).”(HR. Bukhari 657)

Wallahu ‘alam. Selamat merenung.

Sydney, 5 April 2015.

Sholat berjamaah di Masjid Al Hijrah Tempe.

By admin